Wednesday, October 22, 2008

Pendahuluan

LATAR BELAKANG MASALAH
Permasalahan terjadi apabila terdapat kesenjangan (gap) antara des hollen (harapan) dan des sign (kenyataan). Dalam latar belakang, perlu dipaparkan semua hal yang menyangkut mengapa penelitian tersebut perlu dilaksanakan, apa pentingnya, mengapa hal tersebut dipermasalahkan dan seberapa besar permasalahannya. Untuk mempertajam permasalahan yang diangkat, perlu dipaparkan teori-teori dasar yang ditunjang dengan data yang cukup tentang gap antara des hollen dan des sign tersebut.

Untuk membuat latar belakang, sebaiknya dibuat menjadi 4 alinea:

  1. Teori secara ringkas/singkat
  2. Fakta, kenyataan atau data di lapangan
  3. Permasalahannya
  4. Apa yang akan di analisis.
    Sehingga dalam alinea keempat nantinya akan muncul kalimat:

    Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai …

RUMUSAN MASALAH
Rumusan Masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya, singkat dan jelas. Dengan menggunakan kalimat tanya, akan lebih mudah memperoleh sifat-sifat tajam dan spesifik tentang inti permasalahan. Sehingga, hal-hal yang muncul di BAB IV nantinya, semuanya merupakan jawaban dari kalimat-kalimat tanya yang ditanyakan di dalam Rumusan Masalah ini.

TUJUAN PENELITIAN
Jika Rumusan Masalah dibuat dengan menguunakan kalimat tanya, maka Tujuan Penelitian dibuat dengan menggunakan kalimat pernyataan yang kongkrit dan jelas tentang apa yang akan diuji, dikonfirmasi, dibandingkan dan dikorelasikan dalam penelitian tersebut. Tujuan Penelitian harus jelas, spesifik dan realistis. Sehingga, dalam Tujuan Penelitian nantinya terdapat kalimat:

Tujuan dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui …

MANFAAT PENELITIAN
Manfaat Penelitian mencakup implikasi dari hasil penelitian yang akan diperoleh, baik terhadap pengembangan ilmu itu sendiri maupun penggunaan praktisnya bagi masyarakat serta institusi yang bersangkutan. Contoh bentuk kata-kata dalam Manfaat Peneilitan:

Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan bisa digunakan sebagai acuan …

RUANG LINGKUP DAN BATASAN MASALAH
Diperlukan agar tulisan yang kita buat nantinya tidak mencakup permasalah yang terlalu lebar. Contoh bentuk kata-kata dalam Batasan Masalah:

Melihat luasnya permasalahan yang ada, maka dalam tugas akhir ini akan dibatasi pada masalah-masalah sebagai berikut:

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Judul

Usulan/proposal penelitian merupakan tulisan ilmiah yang berisi jabaran tentang suatu kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Usulan penelitian harus tersaji secara jelas apa, mengapa dan bagaimana penelitian itu akan dilakukan dan juga harus jelas disebutkan kapan dan berapa dana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. Usulan/proposal penelitian memiliki tujuan:

  • Menjabarkan ide penelitian menjadi rancangan pelaksanaan yang lebih nyata dan selanjutnya dapat dipakai sebagai blueprint pelaksanaan penelitian.
  • Meyakinkan pihak lain agar dapat memberikan sumber dana, ijin, fasilitas dan sebagainya.

JUDUL
Judul merupakan bagian pertama yang dibaca, sehingga judul hendaknya singkat dan luas, mencerminkan isi, menarik dan spesifik. Dengan demikian diharapkan dengan membaca judul saja, sudah jelas mengenai gambaran tentang isi pokok dari penelitian tersebut. Berikut ini beberapa hal mengenai judul:

  • Hindari judul yang mengaburkan hati dan terlalu panjang (pada umumnya judul berisi 16 kata, maksimum 18 kata).
  • Jika mengandung bahasa asing yang sudah umum, bisa diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Akan tetapi, jika bahasa asing tersebut tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia –atau bisa diterjemahkan akan tetapi maknanya justru sulit dimengerti, maka lebih baik dibiarkan dalam bentuk bahasa asing, hanya saja penulisannya dimiringkan.
  • Judul bisa diambil dari tema/topik, sedangkan tema/topik bisa diambil dari tujuan penulisan.

ABSTRAK/RINGKASAN
Abstrak merupakan perluasan dari judul atau merupakan pemampatan/intisari dari isi keseluruhan naskah/laporan penelitian. Abstrak berbeda dengan simpulan, karena simpulan hanya merupakan intisari dari hasil analisis dan pembahasan. Ringkasan/abstrak mengandung 4 hal penting, yaitu:

  • Apa yang akan dilakukan
  • Mengapa penelitian dilakukan
  • Bagaimana penelitian dilakukan
  • Dimana dilakukan

Artinya, abstrak mengandung permasalahan, tujuan dan manfaat, metode dan hasil analisis dan pembahasan. Penulisan abstrak bisa dibagi menjadi 3 alinea. Dimana alinea pertama berisi permasalahan (yang mencakup dasar teori dan data penelitian), alinea kedua berisi tujuan analisis dan alinea ketiga berisi hasil analisis dan pembahasan.

SURAT PERNYATAAN
Digunakan untuk membuktikan bahwa tulisan yang dibuat bukanlah hasil plagiat dari tulisan lain. Lembar pernyataan ini sudah memiliki format tertentu.

Monday, October 13, 2008

Pengantar Metode Penelitian

METODE ILMIAH
Untuk memahami tentang arti dari metode ilmiah, maka diperlukan untuk mengerti maksud dari ilmu, pengetahuan dan logika. Ilmu adalah pengetahuan tentang fakta-fakta, baik natura maupun sosial yang berlaku umum dan sistematik. Dengan memperhatikan definisi dari ilmu tersebut, dapat diketahui bahwa ilmu pada dasarnya merupakan bagian dari sebuah pengetahuan. Sedangkan yang dimaksud dengan logika adalah ilmu pengetahuan tentang asas, aturan, hukum-hukum, susunan atau bentuk pikiran manusia yang dapat mengantarkan pikiran tersebut pada suatu kebenaran. Dengan kata lain, logika merupakan salah satu cara untuk mendapatkan suatu kebenaran.

Secara bahasa, metode ilmiah terdiri dari 2 kata, yaitu metode yang berarti langkah atau cara, dan ilmiah yang berarti kebenaran. Dengan demikian, metode ilmiah adalah suatu cara untuk mencari kebenaran yang didasari oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis. Dalam suatu penelitian, metode ilmiah memiliki kriteria dan langkah-langkah.

Kriteria metode ilmiah:

  • Berdasarkan fakta; artinya, semua tulisan yang kita buat, semuanya harus berdasarkan data/fakta di lapangan.
  • Bebas dari prasangka.
  • Menggunakan prinsip analisis; artinya, dalam menulis suatu karya ilmiah, tidak dibenarkan hanya menyampaikan data mentah, akan tetapi data-data tersebut harus dianalisis terlebih dahulu sebelum di wujudkan ke dalam bentuk suatu karya ilmiah.
  • Menggunakan hipotesis (dugaan/jawaban sementara).
  • Menggunakan ukuran objektif, dan tidak boleh subjektif.
  • Menggunakan teknik quantifikasi.
    Teknik ini digunakan agar kesimpulan yang diperoleh tidak terlalu menyimpang dikarenakan adanya data-data ekstrim. Contoh; anggap dalam 100 kali pengukuran sebuah resistansi, didapatkan hasil 93 kali pengukuran nilai resistansi adalah 98-103 ohm, sedangkan 7 kali pengukuran nilai resistansi adalah 145-152 ohm. Dengan data-data seperti ini, pengukuran yang 7 kali tersebut dapat diabaikan karena mengandung data ekstrim. Jika pengukuran tersebut tetap dimasukkan ke dalam perhitungan/analisis, maka dapat mempengaruhi hasil akhir/kesimpulan yang dibuat.

Langkah-langkah metode ilmiah:

  1. Memilih topik.
  2. Merumuskan masalah.
    Untuk merumuskan masalah, harus mengetahui dasar teori dan kenyataan di lapangan. Hal ini dikarenakan, sebuah masalah akan muncul jika terjadi gap/perbedaan antara dasar teori dan kenyataan yang ada di lapangan.
  3. Memformulasikan hipotesis.
  4. Membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam pengujian hipotesis.
  5. Mengumpulkan data/fakta primer.
  6. Mengolah, menganalisis serta membuat interpretasi.
  7. Membuat generalisasi dan kesimpulan.
  8. Membuat laporan.

GAGASAN ILMIAH
Gagasan ilmiah adalah gagasan kreatif yang disajikan secara ilmiah mengandung unsur penemukenalan masalah dan pensolusian. Yang dimaksud penemukenalan masalah adalah mampu menemukan dan kemudian mengenalkan masalah tersebut, sedangkan pensolusian adalah mampu memberikan solusi terhadap masalah yang dikemukakan. Seorang pakar harus mampu menemukan masalah kemudian memberi solusi dan akhirnya mentransfer ilmunya ke masyarakat.

PENELITIAN ILMIAH
Penelitian pada hakekatnya dimulai dari hasrat keingintahuan manusia yang dinyatakan dalam bentuk petanyaan-pertanyaan atau permasalahan yang diperlukan jawaban atau pemecahannya, sehingga didapatkan ilmu baru yang dianggap benar. Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah digunakan penalaran deduksi dan induksi dan ditindaklanjuti dalam wujud penelitian ilmiah atau riset.

Riset berasal dari bahasa inggris research yang dibentuk dari kata re and to search, yang artinya mencari kembali. Sehingga penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu.

MENENTUKAN TOPIK PENELITIAN
Ciri-ciri topik yang baik:

  • urgent untuk diteliti
  • menghasilkan sesuatu yang baru
  • memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu dan masyarakat

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik:

  • minat peneliti
  • sumber referensi
  • ketersediaan SDM, dana dan fasilitas
  • kemampuan peneliti